17 Oct Apa Akibatnya Bila pH Tubuh Tergolong Asam?

Selain ukuran tekanan darah, kadar gula darah, atau tingkat kolesterol, tubuh juga memiliki pengukuran berdasarkan tingkat keasaman. Pengukuran tersebut dikenal dengan pH tubuh. pH adalah satuan yang menentukan apakah suatu zat bersifat asam atau sebaliknya (basa). Angka pH berkisar antara 1,0 (sangat asam) hingga 14,0 (sangat basa), dengan nilai pH yang netral yaitu 7,0. Jika pH lebih dari 7,0, maka suatu zat masuk kategori basa. Sebaliknya, jika nilai pH kurang dari 7, maka kategorinya adalah asam.

Angka pH tubuh dan darah manusia yang seimbang berada pada pH 7,3 – 7,5. Artinya tubuh yang sehat justru harus bersifat agak basa (alkalin). pH tubuh yang tidak seimbang dapat menimbulkan gangguan metabolisme, yang berujung pada gangguan kesehatan secara umum. Pola makan dan gaya hidup tidak sehat, seperti sering mengonsumsi daging, garam, obat-obatan, minuman beralkohol, rokok, makanan dan minuman manis, dan makanan cepat saji dapat menyebabkan pH tubuh semakin asam. Selain itu faktor stres juga bisa berpengaruh pada timbulnya asam berlebihan.

Lalu apa pengaruhnya? Kondisi tubuh yang terlalu asam mengakibatkan kadar oksigen dalam darah rendah sehingga sel tubuh akan mengalami kematian, yang memicu proses penuaan lebih cepat. Pada tahap awal, gejala yang timbul tidak terlalu intens seperti ruam kulit, kelelahan, sakit kepala, alergi, demam atau flu. Namun saat keadaan makin parah, kondisi yang lebih serius muncul. Organ dan sistem imun melemah, disfungsi kelenjar tiroid, adrenalin, hati dan bahkan sel kanker terbukti lebih mudah menyerang tubuh apabila kadar asam tubuh tinggi.

Konsumsi makanan sehat dengan gizi seimbang sangat baik dalam memulihkan kadar pH ideal. Anda bisa meningkatkan konsumsi yogurt, almond, sayuran dan buah segar serta madu yang terbukti lebih sehat. Untuk menghilangkan stres bisa dengan selalu berpikiran positif, mengikuti yoga, berwisata, melakukan hobi dan sebagainya.

Cara lain yang terbukti sangat efektif untuk mencapai keseimbangan pH adalah dengan meningkatkan asupan mineral buffer. Asupan ini dapat diperoleh dengan mengonsumsi suplemen Kalsium yang kaya dengan trace mineral seperti mineral Kalsium (Ca), Natrium (NA), Kalium (K), dan Magnesium (Mg). Kalsium memiliki peran penting dalam penghantaran impuls saraf dan kontraksi otot, sedangkan magnesium bermanfaat menjaga kemampuan relaksasi otot. Keduanya memiliki sifat basa sehingga dapat membantu menyeimbangkan kadar pH tubuh.