18 Sep Apa yang Perlu Dilakukan Saat Anda Divonis Diabetes?

Diabetes merupakan penyakit menahun yang ditandai dengan meningkatnya kadar gula dalam darah. Penyakit ini bisa menyerang siapa saja, namun yang lebih berisiko terkena diabetes adalah  mereka yang memiliki faktor genetik (keturunan), tubuh yang terlalu gemuk, berumur di atas 40 tahun, memiliki angka kolesterol HDL lebih dari 35mg/dl atau trigliserida lebih dari 250ml/dl, juga semua wanita dengan umur kehamilan antara 24 hingga 28 minggu. Wanita yang melahirkan bayi dengan berat lebih dari 4 kilogram juga diduga memengaruhi penyakit diabetes.

Diabetes ditandati gejala sering merasa haus dan lapar, nafsu makan besar, sering buang air kecil, berat badan turun dalam waktu singkat, cepat merasa lelah atau lemas yang mungkin disertai kesemutan atau mati rasa pada tangan dan kaki, penglihatan mata kabur, dan gatal pada daerah tubuh yang sensitif atau di daerah lipatan.

Anda yang mengalami gejala-gejala tersebut perlu waspada, karena diabetes menyerang secara perlahan. Periksa kondisi kesehatan Anda pada dokter untuk memastikan apakah kadar gula darah Anda tinggi.  Jika memang divonis diabetes, maka usahakan untuk tidak terlalu khawatir. Lakukan pencegahannya dengan melakukan beberapa langkah perubahan gaya hidup.

Ubah Pola Makan
Pada dasarnya semua makanan boleh dikonsumsi oleh penderita diabetes, asal jumlahnya disesuaikan dengan kebutuhan tubuh dan asupan gula pada makanan dibatasi. Susunan komposisi nutrisi makanan yang dianjurkan adalah karbohidrat 60-70%, protein 10-15%, dan lemak 20-25%. Disamping itu, penderita diabetes dianjurkan untuk rutin mengonsumsi sayuran dan buah-buahan sebagai sumber vitamin, mineral dan serat. Serat mempunyai peran dalam pengendalian kadar gula darah serta penurunan kolesterol dan trigliserida. Khusus penderita diabetes dengan berat badan berlebih harus mengurangi jumlah makanan guna menurunkan berat badan.

Olahraga Lebih Intensif
Olahraga yang sesuai bagi penderita diabetes adalah kegiatan fisik yang membakar kalori, bersifat teratur dan terukur. Beberapa olahraga yang bisa dilakukan adalah jalan kaki, lari kecil sampai sedang, berenang, dan senam. Lakukan olahraga minimal 2 kali seminggu dengan rentang waktu yang sama, misalnya Senin dan Kamis. Olahraga akan meningkatkan masuknya glukosa ke dalam sel tanpa harus disertai peranan insulin. Dengan demikian kadar glukosa darah dapat diturunkan. Selanjutnya glukosa dibakar menjadi kalori, bukan diubah menjadi lemak.

Cek Kondisi Kesehatan
Penderita diabetes dianjurkan untuk mengontrol kesehatan secara teratur terutama jika terdapat luka atau infeksi yang tidak sembuh-sembuh. Untuk Anda yang bukan penderita diabetes dianjurkan mengontrol kadar gula dalam darah bila salah satu anggota keluargnya ada yang menderita diabetes. Pengontrolan gula darah ini sangat dianjurkan karena kadarnya sewaktu-waktu dapat melonjak bila tidak dimonitor dengan baik. Pengontrolan gula darah ini dapat dilakukan melalu dokter yang juga berperan sebagai konsultan dalam memberikan masukan pola hidup sehat. Selain itu pasien dapat juga melakukan tes gula darah sendiri dengan menggunakan alat penguji kadar gula darah yang banyak ditemui di berbagai apotek.