26 Jan Hiperaktif, Salah Satu Gangguan Mental pada Anak

Setiap tahap perkembangan anak akan ikut memengaruhi perilaku mereka. Namun sayangnya, sebagian orang tua kurang menyadari hal ini. Perubahan perilaku yang dialami anak seringkali dibiarkan berlalu begitu saja.  Padahal, beberapa perubahan perilaku itu bisa menjadi indikasi adanya gangguan mental pada anak.

Pusat pengendalian dan pencegahan penyakit Amerika Serikat (CDC) menemukan bahwa 1 dari 5 anak di Amerika mengalami gangguan mental. Salah satu jenis gangguan mental yang paling sering ditemui adalah ADHD (Attention Deficit Hyperactivity Disorder) atau hiperaktif. Jenis gangguan ini meningkatkan aktivitas motorik sehingga aktivitas anak menjadi tidak lazim dan cenderung berlebihan. Indikasi anak hiperaktif dapat ditandai dengan kurangnya perhatian (inattentiveness), aktivitas berlebihan (overactivity) dan perilaku impulsif (impulsivity) yang tidak sesuai dengan umumnya.

Belum dapat disimpulkan penyebab pasti dari ADHD, namun faktor genetik (mutasi gen pengkode neurotransmitter), faktor lingkungan (kondisi keluarga, lingkungan bermain, dll), serta gangguan otak dan metabolisme (trauma pada otak dan lahir premature) diduga menjadi faktor penyebab ADHD.

Orangtua memegang peran besar dalam mengurangi keparahan gangguan tersebut dengan cara memberi perhatian terhadap perubahan perilaku anak serta memberikan nutrisi yang tepat untuk anak yang mengalami ADHD/hiperaktif sejak dini.

Beberapa penelitian menunjukkan bahwa pemberian Omega 3 (DHA dan EPA) dapat membantu anak-anak dengan gejala ADHD. Menurut hasil penelitian yang dilakukan oleh Sinn & Byran  terhadap 132 anak penyandang ADHD, suplementasi Omega 3 memberikan hasil positif dalam memperbaiki ketidakfokusan (inattention), hiperaktivitas dan perilaku impulsif.

Penelitian lain yang dilakukan oleh Richardson & Montgomerry terhadap 117 anak dengan ADHD, menunjukkan suplementasi omega 3 (DHA dan EPA) yang dilakukan dengan baik  selama 6 bulan memberikan efek yang signifikan dalam peningkatan kemampuan membaca, dan berperilaku pada anak.

Melihat beberapa penelitian tadi, setiap orang tua perlu memerhatikan bagaimana kecukupan omega 3 bagi anak-anak mereka. Memberi si kecil nutrisi Omega 3 (DHA dan EPA) berarti membantu menjaga perkembangan mental anak dari hiperaktif. Omega 3 (DHA dan EPA) banyak terdapat pada ikan salmon, ikan tuna, dan kacang-kacangan. Jika anak tidak suka dengan makanan tadi, Anda bisa memberinya suplemen Omega 3 untuk anak. Sebelum memilih suplemen yang tepat, sebaiknya Anda konsultasikan pada dokter atau ahli kesehatan terlebih dahulu mengenai dosis yang tepat untuk anak Anda.