07 Dec Jangan Anggap Remeh Penyakit Diabetes

Penyakit diabetes melitus atau biasa disebut diabetes adalah penyakit kelainan metabolisme dimana kadar gula darah melebihi normal. Penyakit yang juga dikenal dengan sebutan ‘penyakit gula’ ini juga termasuk yang paling populer dan banyak menyerang masyarakat Indonesia. Mengacu pada data yang dikeluarkan oleh International Diabetes Federation (IDF) tahun 2012, diketahui bahwa Indonesia menduduki peringkat ke-7 penderita diabetes terbanyak di dunia dengan jumlah penderita mencapai 7,6 juta orang. Angka ini diproyeksi akan terus bertambah hingga mencapai angka 21 juta penderita di tahun 2030.

Diabetes dibedakan menjadi diabetes tipe 1 dan tipe 2. Diabetes tipe 1 merupakan tipe diabetes yang timbul karena faktor genetik (keturunan) sehingga biasanya kemunculan diabetes tipe ini tidak dapat dicegah, dan penderita akan bergantung pada suntik hormon insulin seumur hidupnya. Sedangkan diabetes tipe 2 muncul akibat gaya hidup tidak sehat. Sebanyak 85%-95% kasus diabetes yang terjadi di dunia merupakan diabetes tipe 2. Karena itu, jangan anggap remeh penyakit ini.

Penderita diabetes memiliki risiko tinggi mengidap penyakit serius lainnya. Adanya peningkatan gula darah yang berlangsung lama dapat menyebabkan beberapa komplikasi yang terbagi menjadi dua golongan, yaitu komplikasi mikrovaskuler dan makrovaskuler. Komplikasi mikrovaskuler merupakan komplikasi yang menyerang pembuluh darah kecil yang dapat menyebabkan retinopati (kerabunan), nefropati (gagal ginjal), dan neuropati (gangguan saraf). Sedangkan contoh komplikasi makrovaskular misalnya serangan jantung dan stroke.

Untuk menyeimbangkan kadar gula dalam darah, tubuh membutuhkan peran hormon insulin. Kadar gula darah cenderung akan meningkat apabila terdapat gangguan pada kerja insulin, baik kuantitas maupun kualitas. Sebaliknya, kadar gula darah juga bisa ditekan lewat peran hormon yang dihasilkan oleh kelenjar pankreas ini. Hormon insulin menekan kadar gula darah dengan dua cara:

  1. Mempermudah masuknya glukosa ke dalam sebagian besar sel, sehingga glukosa dapat dibakar untuk menjadi energi.
  2. Merangsang pembentukan glikogen (cadangan glukosa dalam tubuh), baik di otot maupun hati.

 

Sementara itu, agar hormon insulin tetap bekerja normal, tubuh sangat bergantung pada asupan makanan tertentu seperti Gymnema Sylvestre (dikenal dengan daun pepe), pare, Fenugreek atau kelabet (bumbu dapur), dan Ginkgo Biloba. Dari keempat tanaman herbal tersebut, Gymnema Sylvestre dan Ginkgo Biloba termasuk yang paling sulit ditemukan. Sementara Fenugreek atau kelabet dan pare sudah cukup akrab dengan kehidupan sehari-hari. Namun semua jenis ini bukan termasuk tanaman yang ‘ramah’ di mulut. Tidak semua orang mau memakannya secara langsung. Jika Anda termasuk demikian, maka Anda bisa mengonsumsinya dalam bentuk lain, misalnya suplemen diabetes yang mengandung salah satu atau keempat tanaman herbal penyeimbang insulin tersebut.