25 Sep Maksimalkan Gizi Untuk Meminimalkan Stres

Stres bagi kebanyakan orang adalah sebatas kondisi psikologis yang berada di bawah normal sehingga memengaruhi kondisi tubuh seseorang. Bukan hanya faktor psikologis, stres juga bisa disebabkan oleh faktor fisiologis (fisik). Stres yang dilatarbelakangi faktor ini dapat berupa kurangnya gizi yang menyebabkan menurunnya fungsi peredaran darah, berkurangnya hormon, serta menurunnya sebagian fungsi pada saraf.

Mungkin jika stres dikaitkan dengan faktor fisiologis tadi, pepatah “men sana in corpore sano” bisa dibilang ada benarnya. Di dalam tubuh yang sehat memang terdapat jiwa yang kuat. Sebab kondisi tubuh yang lemah akibat penurunan gizi juga bisa memperparah stres hingga menyebabkan kejiwaan ikut melemah. Karenanya, sangat penting bagi seseorang dalam menjaga keseimbangan gizinya agar stres dapat diminimalisasi.

Antara stres dan penurunan gizi memiliki hubungan timbal balik yang saling memengaruhi. Stres yang meningkat bisa menurunkan kondisi fisik. Sebaliknya, kondisi fisik yang menurun juga bisa meningkatkan stres. Oleh karena itu bagi seseorang yang mengalami stres disarankan memaksimalkan asupan gizinya agar stres yang dihadapi dapat diminimalisasi. Lantas bagaimana meminimalisasi stres dengan cara memaksimalkan asupan gizi?

Pertama, perbanyak konsumsi makanan kaya zat besi. Umumnya penderita stres juga akan mengalami kesulitan makan yang menyebabkan kekurangan zat besi dan seng. Ini akan memperburuk daya tahan tubuh dalam menghadapi serangan penyakit. Untuk mengantisipasi kekurangan zat besi, seseorang dianjurkan mengonsumsi bahan pangan hewani seperti daging, telur, dan hati. Pangan kaya zat besi tadi akan lebih baik penyerapannya jika dikonsumsi bersama-sama dengan makanan yang merupakan sumber vitamin C seperti sayuran atau buah-buahan.

Kedua, mengingat stres sering mendatangkan gangguan pencernaan, konsumsi makanan sehari-hari perlu dikurangi namun intensitasnya diperbanyak, misalnya makan enam kali sehari dengan porsi kecil.

Ketiga, hindari konsumsi kopi. Kafein yang terdapat pada kopi dapat diserap tubuh dengan cepat serta merangsang sistem saraf pusat. Akibatnya, tubuh akan kesulitan untuk beristirahat ditambah dengan meningkatnya denyut jantung dan tekanan darah. Bahkan bila dikonsumsi berlebihan, kopi dapat menyebabkan iritasi lambung.

Keempat, kurangi konsumsi makanan yang mengandung gula. Gula banyak dikonsumsi dalam bentuk kue, biskuit, bahkan nasi. Gula merupakan karbohidrat dalam tubuh yang akan dipecah menjadi energi. Proses pemecahan karbohidrat menjadi energi memerlukan vitamin B. Saat Anda mengonsumsi gula, vitamin B akan terkuras dalam proses produksi energi. Terkurasnya vitamin ini akan mengganggu fungsi sistem saraf yang akhirnya menimbulkan gejala-gejala kelelahan, depresi, dan perasaan mudah terusik yang mirip gejala stres.

Kelima, imbangi konsumsi gizi yang baik dengan olahraga teratur. Olahraga secara teratur akan meningkatkan produksi endorfin, yaitu zat yang dapat memperbaiki suasana hati. Orang yang gemar berolahraga akan memiliki kecenderungan mental dan emosional yang lebih tenang dan rileks sehingga membantu mengatasi dan mencegah stres.